Skip to main content

Bale Bengong, Gazebo Ala Bali

bale bengong bali

Jika anda ingin memiliki tempat bersantai di luar rumah, anda bisa mendirikan sebuah gazebo yang sejatinya merupakan komponen pelengkap adanya taman rumah anda. Sejak dulu gazebo memang sudah dikenal oleh masyarakat luas di berbagai negara , tak terkecuali negara Indonesia. Tak sedikit dari mereka yang membuat gazebo di luar rumah untuk tempat bersantai walau hanya sekedar duduk menikmati secangkir teh sambil membaca buku atau melakukan hal yang lainnnya.

Mungkin sebagain besar dari anda sudah pernah melihat bentuk gazebo. Gazebo umumnya berbentuk lingkaran, segi empat maupun segi enam. Di setiap daerah atau negara, gazebo memiliki nama atau julukan yang berbeda – beda. Tak hanya nama atau julukannya saja yang berbeda, bentuk gazebo di setiap daerah juga bisa berbeda – beda. Bentuk bangunan gazebo selalu menyesuaikan dengan daerahnya.Dan dengan demikian, setiap gazebo pasti memiliki cirri khas masing – masing.Misalnya saja di Bali. Di Bali terdapat gazebo yang gaya arsitekturnya khas Bali. Masyarakat sekitar menjulukinya Bale Bengong. Ruang yang letaknya di liar rumah ini tak bisa di pisahkan dari sebuah taman. Masyarakat Bali biasanya menggunakan Bale Bengong untuk bersantai sambil menikmati sejuknya udara dan indahnya pemandangan di taman. Sejak dulu hingga saat ini, sebagian masyarakat Bali tak hanya menggunakan Bale Bengong untuk bersantai dan bercengkarama dengan keluarga saja, namun Bale Bengong ini juga difungsikan untuk menjemur hasil panen. Misalnya saat musim panen padi, masyarakat akan menjememur padi – padi mereka di Bale Bengong hingga kering baru memindahkannya ke lumbung padi.

bale bengong

Bale Bengong sendiritak dibangun di dekat rumah induk melainkan di ruang terbuka wilayah taman. Biasanya terdapat 4 tiang untuk menyokong atapnya.Namun jumlah tiang tersebut tak menentu, bergantung pada luas bangunan Bale Bengong. Atap bangunan Bale Bengong terbuat dari sirap namun tak sedikit juga yang menggunakan alang- alang untuk membuat atap Bale Begong. Untuk membangun Bale Bengogng, dibutuhkan pondasi yang kokok untuk menyokong beban berat dari atapnya. Sedangkan untuk lantai bangunan ini biasanya menggunakan batu bata atau beton. Dan biasanya susunan batu bata atau batu beton tersebut akan dilapisi lagi dengan keramik, oleh karena itu, sebelum bersantai di Bale Bengong, anda perlu menyiapkan alas atau tikar terlebi dahulu sebelum mendudukinya.

Lantai Bale Bengong sengaja dibuat lebih tinggi dari tanah, sekitar 30 cm hingga 60 cm dari permukaan tanah. Para pendahulunya yang menciptakan bangunan Bale Bengong sengaja membuat lantainya lebih tinggi agar orang – orang yang menggunakan Bale Bengong bisa bersantai tanpa takut terganggu oleh adanya binatang. Umumnya, bahan dasar atau bahan utama yang digunakan untuk membangun Bale Bengong adalah kayu kelapa. Karena bentuknya yang menarik dan tak ribet, bangunan Bale Bengong kerap menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin memiliki tempat bersantai. Bahkan saat ini, anda bisa menjumpai Bale Bengong dengan mudah, tanpa harus pergi berkunjung ke Bali terlebih dahulu. Jika di Bali Bale Bengong di bangun di area taman, di luar ruangan dan terpisah dari ruah induk, sekarang tak sedikit rumah yang membangun gazebo ala Bale Bengong di belakang rumah untuk tempat bersantai para penghuni rumah. Tak hanya itu, diberbagai wilayah di Indonesia, misalnya di Jakarta, Yogyakarta, Jepara, atau wilayah – wilayah yang lainnya menggunakan Bale Bengong sebagai restaurant atau tempat makan.

Baca juga tentang Rumah Tradisional Minangkabau, Rumah Gadang !