Skip to main content

Desain Arsitektur Bali

desain arsitektur bali

Desain Arsitektur Bali – Karakteristik Yang Melekat

Pesona Bali yang menyita banyak perhatian orang-orang bukan berasal dari keindahan alamnya saja melainkan juga karya seni yang dimiliki oleh pulau dewata tersebut. Karya seni asal Bali tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar tetapi juga dikenal baik oleh masyarakat internasional. Upacara keagamaan, baju adat dan desain arsitektur yang dimiliki oleh Bali sangat dikenal baik oleh masyarakat internasional. Masyarakat internasional bahkan sangat paham dengan desain arsitektur yang ada di Bali. Unsur Bali yang melekat pada desain arsitektur Bali merupakan karakteristik bangunan yang khas yang dimiliki oleh semua bangunan di Bali. Hanya dengan melihat karakteristik tersebut, kita dapat mengetahui bahwa bangunan yang kita lihat merupakan bangunan yang dibuat dengan menggunakan gaya dan desain arsitektur Bali.

Agama Hindu merupakan agama utama di pulau Bali dan banyak dipeluk oleh warga Bali. Dengan banyaknya pemeluk agama Hindu di Bali, keberadaan pura disetiap bangunan merupakan salah satu karakteristik yang melekat pada desain arsitektur Bali. Pahatan yang berasal dari batu selalu diletakkan dibagian luar bangunan. Karena kebiasaan tersebut, keberadaan pura disetiap bangunan yang ada di Bali menjadi hal yang lumrah pada setiap desain arsitektur bangunan Bali. Selain pura, ada karakteristik lain yang selalu melengkapi desain arsitektur Bali, diantaranya:

Keberadaan unsur budaya Polinesia

Polinesia merupakan kepercayaan dengan memuja kepada beberapa dewa. Kepercayaan tersebut sempat menjadi kepercayaan warga Bali sebelum agama Hindu datang kepulau dewata tersebut. Karena kepercayaan tersebut, kita dapat melihat adanya pura ganda dibeberapa bangunan rumah yang ada di Bali. Pura-pura tersebut digunakan untuk memuja dewa yang berbeda.

Berorientasi pada hal yang sakral

Desain arsitektur Bali tidak dapat dibuat dengan cara yang biasa. Konsep bangunan yang matang dan sakral merupakan karakteristik desain bangunan yang ada di Bali. Karena kesakralan desain arsitektur tersebut, manuskrip Hindu dijadikan panduan ketika membangun sebuah bangunan di Bali. Lontas Asta Bumi, Dewa Tattwa, Lontar Wisma Karma dan Lontar Asta Dewa merupakan beberapa manuskrip Hindu yang digunakan dalam membuat desain arsitektur Bali. Sumber atau pedoman dalam membangun bangunan di Bali juga menggunakan konsep Tri Loka. Konsep tersebut menjelaskan bahwa manusia hidup ditengah dewa dan rohj ahat.

Dilengkapi dengan struktur bangunan tradisional

Struktur bangunan yang disusun dengan rapi merupakan ciri khas bangunan di Bali. Bangunan tersebut juga dibangun secara tradisional dimana setiap komplek bangunan dihuni oleh satu keturunan. Bangunan dilengkapi dengan pura, dapur yang nantinya dapat digunakan bersama-sama dan lokasi yang digunakan untuk melakukan pertemuan yang penting. Bangunan tradisional tersebut juga dilengkap idengan sebuah pavilium yang dapat digunakan untuk melangsungkan ritual keagamaan.

Jika kita memperhatikan desain arsitektur Bali tersebut, karakteristik yang melekat pada desain tersebut tidak akan kita temukan dengan mudah disekitar kita. Hal tersebut disebabkan oleh sedikitnya para pemeluk agama Hindu yang berada disekitar kita. Jika kita ingin menggunakan desain arsitektur Bali pada rumah kita, kita tidak harus menggunakan pura sebagai pelengkap. Kita masih dapat menggunakan manuskrip Hindu untuk melahirkan karakteristik desain arsitektur Bali pada bangunan yang akan kita buat. Karakteristik yang melekat pada desain arsitektur Bali dapat dijadikan acuan kita dalam menciptakan bangunan yang syarat akan kebudayaan Bali. Bagaimana, apakah Anda teratarik dengan desain arsitektur Bali tersebut?

Baca Artikel Kami yang lain tentang Desain Artikel Jepang dan Timur Tengah.

One thought on “Desain Arsitektur Bali”

  1. khas bali emg uda populer di luar negeri juga ga cuma di indo aja lohh..