Skip to main content

Desain Arsitektur Klasik

desain arsitektur klasik

Desain Arsitektur Klasik, berikut telah kami rangkum..

Desain arsitektur klasik tidak terlepas dari sejarah kemunculannya pada zaman kejayaan Yunani dan Romawi Kuno sehingga dapat dikatakan bahwa arsitektur klasik berkembang pada zaman klasik. Kata klasik sendiri mengandung makna bahwa hal tersebut memiliki keabadian dan kualitas yang tinggi. Baik desain maupun konstruksinya. Hal tersebut dibuktikan dengan karya-karya klasikĀ  yang memperlihatkan aturan ataupun pedoman yang sangat ketat dan hati-hati dalam landasan berfikir untuk menciptakan karya yang banyak diminati oleh kebanyakan orang. Untuk membedakan desain klasik dengan deain lannya memang sesuatu yang sulit-sulit gampang. Ada ciri khas tersendiri desain arsitektur dengan gaya klasik yang wajib anda ketahui. Gaya desain arsitektur klasik memiliki klasifikasi berdasarkan tempat dan kurun waktunya. Desain arsitektur gaya klasik memiliki dua klasifikasi yaitu arsitektur klasik Yunani dan arsitektur klasik Romawi. Arsitektur klasik Yunani banyak dipengaruhi oleh kepercayaan politheisme yang dianut oleh masyarakat Yunani pada saat itu. Desain ini didominasi oleh banyaknya kuil-kuil yang satu sama lain tidak sama yang digunakan untuk menyembah berbagai dewa-dewa yang tidak sama pula. Sedangkan arsitektur klasik Romawi bentuk dasarnya masih mirip dengan arsitektur klasik Yunani walaupun pada masa ini peradaban dan teknologi sudah berkembang lebih maju.

Berikut akan dijelaskan bagaimana ciri-ciri Arsitektur klasik Yunani dan arsitektur klasik Romawi. Desain Arsitektur klasik Yunani memiliki ciri ciri sebagai berikut:

  1. Menggunakan struktur dinding yang masih berbahan dari batu alam yang dipotong berbagai bentuk lalu ditumpuk. Penggunaan struktur tumpuk ini menyebabkan lebar ruangan terlalu terbatas.
  2. Dinding tersebut biasanya diberi ornament atau hiasan berupa ukiran yang dikenak dengan gaya doric.
  3. Adanya deretan kolom di luar dinding bangunan yang bisa menciptakan kesan elegant namun tetap sederhana. Bentuk kolom tersebut berbentuk tinggi dan besar meebihi ukuran manusia. Hal ini sangat berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat Yunani yang sangat kental dengan alam.

Sedangkan ciri-ciri Desain arsitektur klasik Romawi adalah sebagai berikut:

  1. Penggunaan teknologi pembuatan busur dengan menggunakan batu yang ditumpuk yang diaplikasikan dalam bukaan pada pintu maupun jendela yang dibuat dengan cara menggeser batu sedikit demi sedikit sampai salah satu sisinya miring.
  2. Teknologi penerangan yang sedikit lebih maju dari arsitektur klasik Yunani. Hal ini karena perkembangan teknologi di masa arsitektur Romawi yang lebih canggih daripada masa arsitektur Yunani. Selain itu, perbedaan ini juga dipengaruhi oleh faktor kepercayaan.
  3. Pembuatan gerbang yang menggunakan struktur busur batu. Masyarakat Romawi sering membuat gerbang besar di perbatasan menuju wilayah kemenangannya.
  4. Memiliki variasi kolom yang lebih memiliki nilai estetika atau keindahan dari periode Yunani.
  5. Kolom yang menempel pada dinding, yang mana ini berbeda dengan model arsitektur klasik Yunani yang mana kolomnya tidak terpisah pada dinding.

Itulah ciri-ciri Desain Arsitektur Klasik Yunani dan Desain Arsitektur Klasik Romawi, yang mana arsitektur tersebut saat ini masih sering dan masih banyak yang memakainya sebagai patokan desain arsitektur rumah. Bentuk-bentuk arsitektur gaya klasik masih saja pipuler sampai masa kini dan tidak termakan oleh waktu. Biasanya desain arsitektur gaya klasik diadopsi juga pada desain-desain gaya modern ataupun kekinian. Desain arsitektur gaya modern ataupun kekinian biasanya juga tetap memasukkan unsur-unsur klasik di dalamnya. Hal ini membuktikan bahwa desain gaya klasik masih eksis sampai saat ini. jadi, mulai sekarang jangan menganggap desain arsitekstur klasik itu jadul ya. Semoga artikel ini dapat membantu ada dalam memaknai desain arsitektur klasik.

Baca Artikel kami mengenai Desain Arsitektur Kekinian 2017-2018, Disini

You may also like