Skip to main content

Gaya Arsitektur Industrial: Pesona di Ruang Komersil

Gaya Arsitektur Industrial: Pesona di Ruang Komersil

Gaya arsitektur industrial memang sudah cukup populer beberapa tahun belakangan ini. Tentunya sudah banyak pula masyarakat yang familiar dengan gaya arsitektur yang satu ini. Tema industrial umumnya banyak digunakan di ruang komersial seperti konsep untuk cafe, hotel, bangunan ikonik, dan lainnya. Namun ada juga beberapa orang yang menggunakan tema ini untuk mendekorasi ulang ruangan pribadi seperti ruangan dewapoker88, kamar atau ruang kerja di rumah.

Arsitektur dengan gaya industrial ini awalnya mulai dikembangkan di wilayah Eropa. Hal ini dipicu oleh banyaknya bangunan bekas pabrik yang tidak terpakai dan terbengkalai. Untuk mengatasi bangunan-bangunan yang terbengkalai tersebut masyarakat melakukan bebrapa renovasi, kemudian gedung-gedung tersebut didekorasi ulang agar dapat digunakan kembali sebagai hunian atau sebagai bangunan dengan fungsi lain.

Salah satu ciri yang cukup mencolok dari gaya ini yaitu penggunaan material yang unik dan tak biasa. Material yang ramai diminati dalam penerapan gaya industrial ini misalnya seperti keramik yang bertekstur beton, pipa-pipa, besi, kaca, alumunium, dan berbagai ikon industri lainnya. Tren ini memberikan nuansa industrial yang kuat, serta memberi kesan bebas dalam desainnya dengan penggunaan material-material yang tidak lazim. Untuk warna yang digunakan pada konsep industrial cenderung dihiasi dengan warna monokrom dan memberi kesan maskulin.

Saluran-saluran yang ada di bangunan seperti pipa air, saluran listrik, ventilasi, biasanya dibiarkan tetap terlihat pada konsep industrial. Namun, ada juga beberapa bangunan industrial yang sudah tidak mengekspos bagian-bagian tersebut untuk kepentingan fungsional dari bangunan.

Pada bagian atap bangunan industrial ini biasanya dibiarkan tetap terlihat dengan jelas tanpa banyak penyesuaian yang dilakukan. Bagian-bagian tertentu dari sudut bangunan dihiasi oleh bata yang dicat dengan warna tertentu untuk menambah kesan industrialnya menjadi lebih kuat. Sementara perabotan yang digunakan berbahan kayu atau besi yang tidak di finishing.

Gaya Arsitektur Industrial: Pesona di Ruang Komersil

Untuk bagian pencahayaan, lampu yang digunakan bukanlah lampu-lampu modern yang biasa kita temui sehari-hari, melainkan menggunakan lampu gantung ataupun neon. Tujuan dari penggunaan lampu-lampu ini tentunya untuk memperkuat kesan industrial dari bangunan tersebut. Biasanya lampu-lampu tersebut dimodifikasi ulang dengan memberikan penutup di sekeliling lampu atau dicat ulang dengan warna yang tidak mencolok agar tampak seperti lampu pabrik pada umumnya.

Ornamen yang ditekankan dalam konsep industrial ini hampir sama dengan konsep bangunan minimalis dan modern, yaitu dilengkapi dengan pola garis yang tegak lurus serta tegas, bukan garis berkelok-kelok yang berlebihan. Penggunaan pola ini menonjolkan sisi modern dari bangunan industrial walaupun secara keseluruhan bangunan industrial dipenuhi dengan material yang terkesan kuno dan tua.

Konsep industrial yang diterapkan pada bangunan komersil memang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian besar masyarakat. Konsep ini memberikan warna baru bagi penikmat desain dan juga dapat dijadikan spot menarik bagi kalangan milenial muda untuk dibagikan lewat akun sosial media. Kaum milenial yang cenderung tertarik pada konsep-konsep unik seperti gaya industrial inilah yang kemudian membuat desain ini lebih mudah untuk dinikmati.