Skip to main content

Gaya Arsitektur Modern, Bangunan dengan Ornamen yang Cantik

Gaya Arsitektur Modern, Bangunan dengan Ornamen yang Cantik

Gaya arsitektur modern memang menjadi salah satu alternatif pilihan masyarakat umum dalam merancang bangunannya, baik untuk hunian maupun dengan tujuan komersial. Gaya arsitektur modern memang dikenal simple dan tidak membutuhkan ornamen yang berlebihan. Gaya ini lebih terkonsentrasi pada desain bentuk, luas ( ukuran ), maupun material yang digunakan.

Tokoh arsitektur yang modern yang menjadi pencetus munculnya tren gaya arsitektur ini yaitu Le Corbusier, yang merupakan tokoh perencana tata kota, seniman lukis, desainer perabotan, juga penulis. Ia tidak memiliki ketertarikan dengan bangunan yang dihiasi ornamen berlebihan, dan menyatakan bahwa bangunan harus terdiri dari warna putih. Karya arsitekturalnya yang terkenal yaitu Chapelle Notre Dame Du Haut serta Villa Savoye.

Tokoh lain yang juga ada dibalik perkembangan arsitektur modern ini yaitu Mies Van De Rohe. Arsitek berkebangsaan Jerman ini dikenal sebagai perintis gaya arsitektur modern. Di awal abad 20an, Mies menciptakan tren arsitektur yang memanfaatkan baja industri dan pelat kaca. Karya dari Mies Van De Rohe yang terkenal di dunia yaitu S. R Crown Hall.

Untuk di Indonesia sendiri, tren arsitektur ini mulai diterapkan sekitar awal 1970 an. Hingga kini, masih banyak rumah yang mengusung tema arsitektur modern. Bukan hanya rumah saja, tetapi gaya arsitektur ini juga merambah ke bangunan lain seperti hotel, pusat perbelanjaan, dan hangout center.

Karakteristik dari bangunan dengan arsitektur modern biasanya dilengkapi dengan jendela yang terbilang tinggi serta lebar, penggunaan kanopi pada bagian depan bangunan, corak luar bangunan yang kalem dan tidak mencolok. Bangunan dengan gaya ini biasanya bersifat fungsional, yang diharapkan akan maksimal dalam mencapai tujuan penggunaannya.

Arsitektur Modern Ornamen

Bangunan modern biasanya cenderung transparan, saling terhubung antar ruangannya dengan penggunaan kaca sebagai ornamen di bagian luar sehingga bagian dalam bangunan terlihat. Bentuknya rata-rata abstrak, yang menggambarkan kebebasan berekspresi para arsitek di era modern namun tidak menimbulkan teka-teki dalam desainnya. Bangunan dengan model modern ini cenderung tidak mengusung sejarah tertentu dalam desainnya 7meter. Tren modern lebih condong kepada menyajikan bangunan dengan anti historis serta anti simbol.

Untuk interior dari bangunan dengan tren modern ini tidak dilengkapi ornamen yang beraneka ragam, melainkan lebih menekankan pada ornamen yang sederhana, plafon dengan desain bertingkat. Bahan bangunan yang digunakan dalam gaya arsitektur modern pada awal perkembangannya ini terdiri dari bahan stainless steel yang sudah di finishing, kaca dengan warna bening.

Sementara seiring perkembangannya, bahan bangunan yang digunakan menjadi lebih modern dan dilengkapi dengan teknologi yang memadai sebagai bagian dari komponen penting, contohnya perforated metal, granit, dan lain sebagainya. Tata ruangnya cenderung geometris agar memberikan efek komposisi yang nyaman. Tatanan ini dinilai lebih efisien dalam menyatukan hubungan ruangan di bagian luar dan di bagian dalam, sehingga interaksi antar objek yang ada di dalam serta di luar ruang dapat terjalin dengan baik.

Arsitektur modern ini memang dihiasi dengan inovasi tanpa batas, hilangnya budaya, ambisi, serta bergesernya nilai kemanusiaan yang disebabkan industrialisasi yang dominan. Maka diperlukan kebijakan dalam perancangannya agar tidak kehilangan esensi dari desain modern bangunan itu sendiri.