Skip to main content

Inovasi Karya Arsitektur, Bangunan Tahan Gempa

inovasi karya arsitektur

Tujuan utama dari dirancangnya arsitektur tahan gempa tentu saja untuk membuat bangunan yang memiliki daya tahan terhadap gempa bumi yang terjadi sehingga risiko kerusakan dan kerugian dapat ditekan. Dalam membuat suatu arsitektur bangunan yang tahan gempa tentu dibutuhkan perhitungan yang sangat kompleks dimana hal itu tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang melainkan hanya boleh dilakukan oleh ahlinya saja.
Hal tersebut tentu bukan tanpa sebab, karena memang ada banyak sekali pertimbangan dan perhitungan yang harus dilakukan.

bangunan tahan gempa bumi

Untuk memberikan informasi kepada anda tentang perhitungan apa saja yang perlu dilakukan guna mengaplikasikan arsitektur tahan gempa pada suatu bangunan maka artikel ini akan sedikit mengulasnya. Adapun beragam perhitungan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Massa dari bangunan yang hendak dibangun

Dalam membangun sebuah bangunan dengan arsitektur tahan gempa maka diusahakan massa dari bangunan yang dimaksud seringan mungkin, oleh sebab itulah penggunaan komponen-komponen yang memiliki bobot terlampau berat. Kalaupun terpaksa harus ada, maka komponen dengan bobot sangat berat itu hendaknya ditempatkan di bagian bawah bangunan.

  • Kekakuan dari bangunan

Kekakuan ini terkait erat dengan gaya inersia dimana diupayakan memberikan kekakuan secukupnya saja supaya gaya inersia yang dihasilkan tidak begitu besar. Hal ini pun berakibat pada simpangan antar level atau tingkat masih berada pada batas wajar yang diperbolehkan.

  • Redaman

Redaman ini untuk melawan gaya inersia yang kecil dan besarnya sangat bergantung pada bahan bangunan yang digunakan, bentuk struktur bangunan, karakteristik tanah, serta karakteristik getaran yang dialami. Sangat direkomendasikan menggunakan peredam mekanis yaitu peredam yang berasal dari logam yang terbilang lunak atau juga yang berasal dari bahan karet untuk ditempatkan sebagai dasar atau landasan dari bangunan yang dimaksud. Peredam mekanis merupakan cara yang paling populer, meski begitu belakangan ini sudah banyak muncul teknologi peredaman yang lebih canggih dan efektif.

  • Kekuatan struktur bangunan

Kekuatan struktur bangunan ini ditujukan agar ketika bangunan terkena serangan gempa sedang maka bangunan yang dimaksud tidak mengalami kerusakan yang berarti, sedangkan ketika terkena serangan gempa kuat meskipun kerusakan terjadi tetapi tidak menghancurkan struktur bangunan itu sendiri. Hal ini sangat berguna untuk menekan nilai kerugian yang dialami oleh si pemilik bangunan karena untuk memperbaiki bangunannya pasca gempa tidak perlu membangun struktur bangunan lagi dari awal karena struktur bangunan yang lama masih kokoh berdiri.

  • Kompatibilitas bangunan

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya benturan atau tubrukan antara suatu bagian bangunan dengan bagian bangunan lainnya ketika gempa terjadi maka sangat disarankan untuk memisahkan bagian bangunan yang memiliki massa dan kekauan yang berbeda.

  • Geometri

Bentuk dari bangunan yang dibangun sebisa mungkin sederhana saja dan juga simetris, simetris di sini termasuk dalam hal kekauan dan juga distribusi massa atau bobot bangunan yang dimaksud.

bangunan tahan gempa

Hal-hal di atas harus diperhatikan betul-betul oleh siapa pun yang hendak membangun suatu bangunan menggunakan arsitektur tahan gempa karena sedikit saja hal di atas luput dari perhitungan maka hasil yang didapat pun tidak akan optimal. Perlu diingat betul-betul bahwa munculnya model arsitektur tahan gempa ini pada dasarnya bukan sekedar menekan nilai kerugian ketika bangunan yang dimaksud mengalami serangan gempa tetapi lebih daripada itu yakni untuk memperkecil kemungkinan korban jiwa akibat gempa yang terjadi akibat runtuhnya struktur bangunan tersebut.