Skip to main content

Optimalkan Lahan Luas Anda dengan Model Arsitektur Ini

mengoptimalkan lahan luas

Memiliki lahan yang luas untuk dibangun hunian di atasnya tentu akan sangat mubazir jika tidak anda gunakan se-optimal mungkin karena seharusnya dengan lahan yang luas anda dapat lebih bebas berkreasi dengan hunian anda sendiri. Tidak sedikit orang yang memiliki lahan luas hanya menjadikan lahan sisa yang mereka miliki sekedar untuk taman dan halaman saja, padahal jika dilihat sekilas halaman dan taman yang dimaksud terlalu luas jika dibandingkan dengan hunian atau rumah itu sendiri. Oleh sebab itu anda harus pandai-pandai memilih model arsitektur yang tepat agar hunian anda mampu memanfaatkan sebagian besar lahan yang anda miliki itu.

Beberapa model arsitektur di bawah  ini dapat menjadi pilihan tepat bagi anda yang hendak membangun hunian di atas lahan yang luas. Model-model arsitektur yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Model klasik

Model arsitektur yang satu ini tentu sudah tidak asing di telinga anda karena memang popularitas dari model yang satu ini sudah amat sangat dikenal di seluruh dunia. Model ini memberikan kesan mewah, megah dan elegan bagi siapa saja yang menggunakannya karena memang ciri khas dari model arsitektur ini terletak pada bagian-bagian hunian yang berukuran besar seperti misalnya pilar-pilart atau tiang-tiang penyangga bangunan yang besar dan lebar dengan diameternya yang juga tidak kalah lebar, jendela dan pintu yang tidak kalah besar hingga tinggi bangunan yang diatas rata-rata hunian pada umumnya. Anda dapat memilih model ini apabila anda senang dengan nuansa klasik tetapi anda harus siap dengan konsekuensi perawatannya yang cukup mahal karena komponen-komponen pembuatan hunian dengan model ini menggunakan bahan-bahan yang tidak murah.

  1. Model tradisional

Meski mirip namun model klasik dan tradisional nyatanya cukup mendasar perbedaannya. Jika pada model klasik yang ditonjolkan adalah nuansa klasik Romawi dan Eropa maka model tradisional menonjolkan nuansa tradisional daerah setempat. Misalnya anda yang berada di Jepang maka model arsitektur tradisionalnya adalah hunian-hunain jepang tempo dulu dengan pintu geser, lesehan, perabot kayu dan bambu serta hal-hal lain yang menunjukkan nuansa Jepang tradisional. Begitu pun dengan daerah lainnya misalnya di Indonesia ada banyak sekali model arsitektur tradisional karena setiap wilayah di Indonesia memiliki rumah tradisionalnya sendiri yang otomatis memiliki model arsitektur yang berbeda pula tiap wilayahnya.

  1. Model kontemporer

Untuk model yang satu ini cukup simple karena merupakan perkembangan dari model minimalis yang sudah populer. Bedanya pada model kontemporer ini anda dapat lebih leluasa menggunakan perabot atau furniture karena tidak harus memikirkan kondisi ruang yang sempit. Selain itu pada model kontemporer pun umumnya dipadukan dengan model-model lainnya sehingga tiap ruangan bisa saja menggunakan konsep yang bereda mulai dari retro, industrialis hingga futuristik.

  1. Model beach style

Model yang satu ini paling pas untuk anda yang berada di dekat laut karena model ini berusaha untuk memberikan akses lebih kepada pemilik hunian untuk dapat menikmati pemandangan laut yang tersedia. Pasalnya model ini sangat kas dengan kaca-kaca jendela berukuran besar yang hampir menutupi seluruh bagian dinding, hal ini ditujukan agar view yang didapatkan akan lebih optimal dapat dilihat.

Keempat model di atas merupakan model-model yang paling populer digunakan pada lahan-lahan luas, tetapi apabila anda hendak menggunakan model lainnya untuk mengoptimalkan penggunaan lahan milik anda pun bukan masalah.

Baca juga : Tips Membangun Hunian di Lahan Sempit !